SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Mahfud MD :  Memohon Bantuan Ulama Dan Tokoh  Agama Memuluskan Misi Pemerintah Percepat Vaksin Covid- 19

Mahfud MD : Memohon Bantuan Ulama Dan Tokoh Agama Memuluskan Misi Pemerintah Percepat Vaksin Covid- 19

BAGIKAN :

CORPSNEWS,JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam, Mahfud MD memohon bantuan ulama dan tokoh agama lain untuk memuluskan misi pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Sebab, saat ini minat vaksinasi masyarakat di Tanah Air masih terbilang kecil dan butuh dorongan sosok tertentu.

BACA JUGA :

Anies: Cuma 2,4 Persen Covid Dari 4,2 Juta Warga DKI Yang Divaksin

“Kita perlu dukungan dan perantara alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pimpinan agama untuk mendukung peningkatan implementasi kesehatan dan percepatan vaksinasi pada masyarakat,” ujar Mahfud MD dalam pernyataan resminya,

Dia memastikan, sudah ada sejumlah organisasi masyarakat (ormas) keagamaan yang turut mengkampanyekan pentingnya vaksinasi. Namun, jika mereka berkolaborasi dengan pemerintah, hasilnya pasti lebih baik.

Tidak bisa juga ormas-ormas keagamaan dan berbagai kekuatan masyarakat dibiarkan bekerja sendiri, mari kolaborasinya diperkuat,” terangnya.

BACA JUGA :

Ilham Wardhana Siregar Tersangka Kasus PT Asabri Meninggal, Kejaksaan akan Terbitkan SKPP

 

Mahfud MD butuh bantuan ulama untuk tangkal hoaks
Mahfud melihat, belakangan banyak berita hoaks mengenai vaksinasi yang beredar di tengah publik. Itulah mengapa, dia meminta bantuan ulama dan pemuka agama lain untuk menangkalnya.

Poinnya kita akan bekerja sama, saya akan mem-‘follow up’ semua masukan, terkait dengan hoaks media sosial. Mari kita bekerja sama,” tegasnya.

Sementara di tempat berbeda, Menteri Agama atau Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menambahkan, setiap peristiwa ada hikmahnya, termasuk cobaan pandemi Covid-19 yang sedang menimpa seluruh umat manusia.

Pandemi ini memang cobaan, tapi di saat yang sama pandemi ini juga mengajarkan kita untuk peduli sesama dan memperkuat solidaritas sosial,” ungkap Menag
Gus Yaqut memastikan, menghadapi pandemi tidak bisa diselesaikan ‘head to head’, tetapi semua elemen masyarakat harus bersatu, khususnya pemerintah, masyarakat dan tokoh agama.

“Kita tahu banyak yang terpapar itu teman, sahabat, guru, orang yang kita cintai. Tentu kita tidak bisa membiarkan atau secara sembunyi egois melawan pandemi ini. kita harus bersama-sama baik itu masyarakat, tokoh agama, maupun pemerintah. Tidak bisa kita selesaikan ‘head to head’ satu lawan satu, harus kita keroyok bersama,” kata dia. ( Hpos )

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->