SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Politisi Demokrat Geram Dengan Kebijakan Jokowi Dalam PPKM, Yang Mana Nyama Manusia Tidak Bisa Kembali

Politisi Demokrat Geram Dengan Kebijakan Jokowi Dalam PPKM, Yang Mana Nyama Manusia Tidak Bisa Kembali

BAGIKAN :
Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik. /Facebook Rachland Nashidik

CORPSNEWS, JAKARTA – Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengaku geram dengan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan Presiden Jokowi lantaran kerap berganti nama.

Pernyataan itu diungkapkan Rachland dalam tulisannya di Rmol dengan tajuk ‘PPKM: Kegilaan Level 4’.

BACA JUGA :

Vaksinasi booster Hanya Untuk Nakes, Anggota DPR RI Minta Masyarakat Ikut Mengawasi

 

Awal mulanya, Rachland menyinggung soal kalimat populer dari novel milik Rita Mae Brown yang berbunyi “INSANITY is doing the same thing over and over again, but expecting different results (Melakukan hal yang sama berulang-ulang, tapi mengharap hasil berbeda, adalah kegilaan)”.

Dengan adanya penggalan kalimat populer itu, Rachland mengaku teringat dengan pengumuman pemerintah yang memutuskan untuk memperpanjang PPKM untuk ke empat kalinya.

Dia pun menyorot soal kebijakan serupa yang sudah berganti nama sebanyak tujuh kali.

Adapun kebijakan Jokowi sejak awal pandemi Covid-19 di mulai dari PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Pembatasan Sosial Berskala Mikro atau Kecil (PSBM/PSBK), Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS), hingga PPKM

BACA JUGA :

Kemendagri: Keberadaan Aktivitas, Lembaga Orang Asing Harus Di Waspadai

Jokowi terus mengubah-ubah nama kebijakan. Dari PSBB, PSBB transisi, PSBB ketat, Pembatasan Sosial Berskala Mikro atau Kecil (PSBM/PSBK), Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS), PPKM Darurat, hingga kini: PPKM Level 4. Tujuh nama berbeda untuk kebijakan serupa,” kata Rachland dalam tulisan tersebut, dikutip Hops pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Rachland juga menilai bahwa perubahan berbagai kebijakan Jokowi tersebut tak membawa hasil yang menggembirakan. Sebab, Presiden Jokowi dinilai seakan tak pernah belajar dari pengalaman atau kesalahannya sendiri.
Tujuh kali kebijakan berganti nama, selalu ada hal-hal yang terus menerus sama,” ujarnya.

BACA JUGA :

Survei Sebut Pemilih PDIP Banyak ‘tendang’ Puan Ketimbang Ganjar, trah Soekarno Omong Kosong?

 

Padahal Rachland mengatakan, para ekonom sejak awal pandemi Covid-19 melanda sudah menyerukan untuk menyelamatkan manusia terlebih dahulu.
Terlebih kerusakan ekonomi sebenarnya masih bisa diperbaiki, sedangkan nyawa manusia yang meninggal tak bisa dihidupkan kembali.

“Padahal, nun ke belakang di awal pandemi, bahkan para ekonom sudah bernubuat: selamatkanlah manusia lebih dulu!,” tuturnya.

“Kerusakan ekonomi bisa diperbaiki. Manusia mati tak bisa dihidupkan lagi. Semakin lama pandemi tak ditangani sepenuh hati, semakin ia akan tak terkendali. Akibatnya, akan semakin lama dan sulit ekonomi diperbaiki,” imbuh Rachland. ( Hops)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->