SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Diduga Tidak Adanya  Transparan Proyek P3-TGAI Desa Wonomarto Lampung Utara Patut di Pertanyakan

Diduga Tidak Adanya Transparan Proyek P3-TGAI Desa Wonomarto Lampung Utara Patut di Pertanyakan

BAGIKAN :

Corpsnews, Lampung – Pemerintah Melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) tahun Anggaran 2021.

Seperti, Program Percepatan Tata Guna Air Igasi(P3-TGAi) dengan jenis kegiatan pembangunan Irigasi Tersier yang di kerjakan dengan cara Swaklola,
oleh para petani sehingga di harapkan dapat Mempertahankan daya beli Masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Namun di duga tidak transparan dan terkesan di sembunyikan seperti Halnya,
kelompok Tani atau Perkumpulan Petani pemakai Air (P3A) Desa Wonomerto Kabupaten Lampung Utara. Menurut Pantauan Awak Media, Kamis (05/08/2021)

 

Proyek Irigasi yang berada di Desa Wonomarto, dusun 06, RT.02 Kecamatan Kota Bumi Utara Kabupaten Lampung Utara.

Diduga bermasalah karena tidak Adanya Papan Anggaran, sehingga tidak di ketahui Volume, Lebar dan jumlah anggaran.

Maka wajar publik mengasumsikan bahwa Proyek tersebut Melanggar UU KIP No14 tahun 2008.

Bahkan hal tersebut dapat disinyalir telah melanggar pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara dengan uang pajak masyarakat wajib memasang papan proyek.

 

Adanya dugaan unsur kesengajaan oleh pihak pelaksanan tidak memasang papan Proyek, Agar publik tidak bisa mengetahui terkait Angaran, Volume dan Lebar proyek tersebut.

Saat media ini silaturahmi kekantor Desa Wonomarto yang Bertujuan Menemui Kapala Desa Wonomarto bapak
Waskito Yusika.

Awak media langsung menanyakan tentang proyek tersebut beliau
mengatakan itu proyek P3-TGAI

“O..itu proyek P3-GTAI Pak, bapaknya dari mana.” Ujar Kades.

Selanjutnya awak media pun bertanya terkait tidak dipasangkannya Papan proyek.

“Gak ada papan proyeknya, dari dulupun, setiap ada proyek gak pernah ada dan tak pernah juga di permasalah kan.

“dari dulu juga desa ini setiap ada proyek tidak pernah pasang papan proyek,
gak pernah Ada masalah, kalau itu masalah nya kami akan buatkan besok ini juga satu dua hari ini sudah serah terima.” Ujarnya

Selanjudnya atas inisiatif sendiri kades Waskito menghubungi melalui WhatsApp Kasi Pembangunan bapak Andrika,
Kasi juga mengatakan sudah saya sering tegur pendamping dari provinsi kata pendamping nanti di buatkan

“Udah sering saya tegur pak kades tapi kata pendamping dari provinsi nanti saya buat kan sampai sekarang belum.”Ujar Andrika (Kasi pembangunan)

Di tempat yang sama Awak media kembali bertanya dengan pak Kades Waskito Yusika terkait siapa saja yang terlibat dengan pembangunan Proyek tersebut dan beliaupun menyebutkan 1.Ketua Ketut
2.Bendahara Gatot
Tapi beliua tidak mengizin kan Awak media menemui nya.

“ketuanya Ketut, Bendaharanya Gatot, tapi jangan di temuin Pak orangnya nanti ketakutan pak Gatot nya sudah umurnya 60 tahun kalau di temuin nanti Ada Apa-apa, gak Usah lah kan udah ketemu saya Kades nya Desa ini, mereka kan Warga saya jadi saya yang bertanggung jawab atas warga saya” kata pak kades Terkesan menghalangi.

(@Edi Saputra)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->