SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
DPR RI Netty Prasetiyani Aher,   Pikirkan Skema Hibah WHO Cukupi Stok Vaksin

DPR RI Netty Prasetiyani Aher, Pikirkan Skema Hibah WHO Cukupi Stok Vaksin

BAGIKAN :

CORPSNEWS,JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendorong pemerintah untuk menggandeng WHO dalam skema hibah untuk memenuhi target vaksinasi nasional.

Vaksin yang ada saat ini, kata dia, dalam kondisi stok yang menipis. 

BACA JUGA : 

Vaksinasi booster Hanya Untuk Nakes, Anggota DPR RI Minta Masyarakat Ikut Mengawasi

 

Menurut Netty, selain kepada beberapa negara tetangga, pengadaan vaksin melalui mekanisme hibah juga bisa dilakukan pemerintah lewat organisasi kesehatan dunia.

“Lakukan percepatan pengadaan vaksin, antara lain melalui skema  vaksin hibah dari WHO atau negara sahabat lainnya. Optimalkan peran sebagai anggota Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) agar lebih banyak mendapatkan stok vaksin gratis,” kata Netty dalam keterangannya, Kamis (5/8). 

Pernyataan Netty sekaligus merespons pengakuan Bio Farma yang menyebut stok vaksin nasional mulai menipis, dan oleh karenanya tidak bisa memenuhi target Presiden Joko Widodo dalam percepatan vaksinasi nasional. 

BACA JUGA :

Politisi Demokrat Geram Dengan Kebijakan Jokowi Dalam PPKM, Yang Mana Nyama Manusia Tidak Bisa Kembali

 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyatakan bahwa sekitar 95 juta dosis vaksin covid-19 siap pakai yang didistribusikan pihaknya tak bisa memenuhi target vaksin Jokowi.  Dengan jumlah itu, pihaknya hanya mampu menyuntik sekitsr 1 juta dosis vaksin per hari. Jumlah itu hanya 50 persen dari target 2-3 juta target Presiden. 

Netty berharap agar kekurangan stok vaksin nasional tak menjadi penghambat dalam menciptakan herd immunity (kekebalan massal).  Selain melalui mekanisme hibah, pemenuhan kebutuhan vaksin, kata Netty juga bisa dilakukan pemerintah dengan meningkatkan  kapasitas produksi vaksin dalam negeri yakni, mengolah vaksin bentuk bulk.

BACA JUGA :

PDIP Masih Berjaya Sebagai Partai Yang Dipilih Rakyat Alasannya Adalah

 

“Pemerintah harus mendorong industri farmasi dalam negeri meningkatkan  kapasitas produksi  agar vaksin dalam bentuk bulk bisa segera diolah menjadi vaksin siap suntik,” kata dia.  ( Tim ) 

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->