Muhammad Kece Sekalipun Tersangka Ogah Minta Maaf Terkuak Alasannya

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

CORPSNEWS, JAKARTA – YouTuber Muhammad Kece  belakangan jadi sorotan karena konten-kontennya di YouTube dinilai telah menista agama. Pada Selasa (24/8) lalu, M Kece pun telah ditangkap polisi di Pulau Bali dan kini statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski telah ditetapkan jadi tersangka, Muhammad Kece mengaku ogah meminta maaf atas konten-kontennya yang dinilai bermuatan ujaran kebencian berdasar suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Pernyataan itu disampaikan M Kece kepada polisi saat menjalani pemeriksaan, yang kemudian disampaikan kembali oleh kuasa hukumnya, Sandi Situngkir kepada awak media.

“Menurut polisi Pak Kece tidak mau minta maaf,” kata kuasa hukum M Kece, Sandi dilansir dari Suara, Jumat 27 Agustus 2021.

M Kece saat ditangkap Polisi. Foto: Ist.
M Kece saat ditangkap Polisi. Foto: Ist.

Sandi lalu menjelaskan alasan Muhammad Kece enggan minta maaf terkait kontennya. Katanya, Muhammad Kece membuat konten tersebut berbicara sesuai dengan pengetahuannya terkait agama Islam.

“Terkait video itu Pak Kece menyampaikan apa adanya, apa yang dia pahami, apa yang dia ketahui,” ungkap Sandi.

Sementara itu menurut Sandi, polisi seharusnya tidak langsung melakukan proses hukum kepada Muhammad Kece. Dia menuturkan, kliennya itu seharusnya mendapat teguran terlebih dahulu terkait dengan videonya yang dinilai mengandung ujaran kebencian berdasar SARA.

Berkata demikian, Sandi Situngkir merujuk pada Undang-Undang PNPS Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.

Pasal 2 PNPS itu harusnya ada dong yang mengingatkan. Menteri agama sebagai pejabat negara mestinya melaksanakan pasal 2 itu, tidak langsung mendorong polisi untuk menangkap Pak Kece,” jelas Sandi.

Sandi mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama harusnya terlebih dahulu memberikan surat peringatan kepada Muhammad Kece untuk tidak membuat konten yang mengandung unsur SARA tersebut, bukannya langsung melakukan proses hukum.

Seperti diketahui, Muhammad Kece ditangkap polisi pada Selasa, 24 Agustus 2021 lalu, sekira pukul 19.30 WITA, sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Dia ditangkap aparat polisi di salah satu lokasi persembunyiannya di Kuta Utara, Bali. Ketika ditangkap dia tengah seorang diri ( ***)

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *