SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Sulit Dibasmi, Ternyata KKB Papua Pakai Anak SD Buat Bocorin Rahasia TNI-Polri Ini Cara yang Di lakukan

Sulit Dibasmi, Ternyata KKB Papua Pakai Anak SD Buat Bocorin Rahasia TNI-Polri Ini Cara yang Di lakukan

BAGIKAN :

CORPSNEWS, PAPUA – Aktivitas penyergapan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB )Papua tak juga kunjung usai. Ternyata KKB di Papua memanfaatkan anak-anak sekolah untuk membocorkan rahasia Polisi, mulai dari strategi, lokasi penyimpanan senjata, hingga posisi jaga aparat.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya untuk saat ini sudah menghentikan program pembimbingan terhadap Tenaga Bantuan Operasi (TBO).

Adapun penyebabnya, pihak aparat menemukan ada seorang remaja yang cukup mencurigakan. Kemudian pihaknya pun menulusuri lebih lanjut terkait aktivitas remaja yang merupakan salah satu siswa di sekolah Papua tersebut.

Usut punya usut, pihak kepolisian berhasil mengungkapkan kecurigaan tersebut, ternyata remaja itu ialah seroang informan yang membocorkan terkait rahasia Polri kepada gerakan KKB di Papua.

Padahal, kata Paulus, remaja itu merupakan salah satu dari anak-anak Papua yang diajar oleh aparat kepolisian di kantor polisi.

Terkait proses belajar mengajar dilakukan di kantor polisi, hal itu karena banyak guru yang mengaku takut bahwa siswa remaja yang diajarnya merupakan salah satu dari  Kompotan KKB Papua.

“Karena banyak guru yang ketakutan, jadi banyak anak yang diajar oleh aparat kepolisian dan memang ada beberapa komplain dari beberapa pihak, anak muda usia segini kenapa dianggap sebagai bagian dari kelompok itu,” ungkapnya dalam acara diskusi bertajuk Kebangsaan Lintas Generasi Papua, dikutip Hops pada Rabu, 2 Juni 2021 silam.

Rata-rata anak Papua yang diajar oleh Polisi mulai dari SD hingga SMP

Paulus menerangkan, hampir keseluruhan siswa yang diajar oleh aparat sebenarnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja.

Oleh sebabnya sangat disayangkan, anak yang baru remaja tersebut dan menimba ilmu dari aparat berani membeberkan strategi kepolisian dalam melumpuhkan kelompok penyerang.

“Ada juga anak-anak yang kita jadikan TBO ya istilahnya. Kita bimbing, kita sekolahkan di Polsek-polsek itu. Hampir rata-rata anak-anak itu tingkat SD sampai SMP,” terangnya.

Bocorkan lokasi penyimpanan senjata, strategi, hingga kelemahan pos jaga aparat

Bahkan yang lebih mengherankan lagi, strategi yang dibeberkan oleh remaja itu cukup jelas dan detail, mulai dari lokasi senjata, hingga keberadaan para aparat di pos jaga.

“Begitu sudah remaja, mereka ini yang sering jadi cucuk penunjuk arah untuk masuknya kelompok kekerasan itu menyerang anggota kita. Mereka yang nanti memberikan bocoran,” ungkapnya.

“Karena mereka membocorkan mengenai senjata, lokasi. Misalnya, di Polsek ini Kapolseknya ini, anggotanya yang jaga hari ini si A, B, C. Mereka biasanya jaga di sini, senjatanya ada di sini,” imbuhnya. ( hops )

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->