SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Dua WNA Ditangkap Atas Kejahatan Skimming ATM Rp1,7 Miliar

Dua WNA Ditangkap Atas Kejahatan Skimming ATM Rp1,7 Miliar

BAGIKAN :

CORPSNEWS,JAKARTA. – Tiga pelaku dalam kasus tindak kejahatan skimming ATM milik nasabah salah satu bank BUMN ditangkap polisi. Dua merupakan WNA, sedangkan satu orangnya WNI.

Ketiga pelaku yang sudah ditetapkan tersangka masing-masing berinisial VK, NG, dan RW. VK merupakan WNA asal Rusia dan NG asal Belanda.

“Total yang sudah diambilkan dan dikirim ke penampung sudah Rp1,7 miliar dalam waktu kurun waktu 1 tahun,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/9).

BACA JUGA:

Ini Catatan Kinerja Bidang Pidsus Dengan Penyelamatan Kerugian Negara Rp15,8 Triliun

 

Yusri menerangkan, sindikat ini menggunakan alat deep skimmer yang dipasang didalam mulut mesin ATM. Alat ini lebih canggih dari alat yang sebelumnya biasa digunakan oleh pelaku kejahatan skimming.

Saat nasabah memasukan kartu ATM-nya, lanjut Yusri, secara otomatis alat deep skimmer itu mencatat data-data nasabah yang ada di kartu ATM termasuk pinnya.

Setelah data nasabah tersebut tercuri, sindikat ini lantas mengkloning kedalam blank card atau kartu kosong yang khusus mereka buat. Selanjutnya, mereka menarik dan mentransfer uang milik korban dengan menggunakan alat khusus yang hanya bisa digunakan kartu kosong tersebut.

“Modusnya pakai blank card yang sudah diisi data nasabah yang dia dapat dari link di atasnya melalui akun Tokyo1808. Jadi dia memerintahkan ketiganya ini tarik dan transfer,” bebernya.

 

BACA JUGA:

 

Detik-Detik Pesawat Rimbun Air Jatuh di Papua

Yusri mengungkapkan, aksi para pelaku saat memasang alat deep skimmer sulit terdeteksi. Hal ini karena para pelaku memiliki cara agar tdak ketahuan saat mereka memasang alat tersebut.

“Sindikat ini memilih tempat yang mudah untuk memasang alat deep skimmer. Saat memasang alat skimmer mereka melakukan penyamaran, pakai topi karena tau ada CCTV. Kemudian ada juga alat untuk menutup corong CCTV supaya gambarnya agak kabur,” jelas Yusri.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 30 Ayat 2, Pasal 6, Pasal 32 Juncto Pasal 48, Pasal 36 dan Pasal 38 Juncto Pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 19 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. Kemudian Pasal 363 dan 236 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. (***)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->