SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Irjen Napoleon Kawan Dekat jenderal KPK dan BIN, Perang Istana vs Teuku Umar Berlanjut?

Irjen Napoleon Kawan Dekat jenderal KPK dan BIN, Perang Istana vs Teuku Umar Berlanjut?

BAGIKAN :

CORPSNEWS, JAKARTA – Buntut penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte kepada tersangka penistaan agama, M Kece, terjadi perang antar buzzer lho. Jadi muncul narasi yang membocorkan, isu jenderal bintang dua Napoleon ini jadi ajang perang buzzer Istana dengan buzzer Teuku Umar.

Kalian tahu kan istilah Teukur Umar ini kan merujuk kediaman dari Megawati Soekarnoputri. Apakah benar buzzer Teuku Umar dukung aksi Napoleon, ada apa maksud di balik ini ya?

BACA JUGA:

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kolaka Timur, Sejumlah Orang Diamankan

 

Isu Napoleon, perang buzzer Istana vs buzzer Teuku Umar

Aksi jenderal bintang dua Napoleon hajar M Kece di Rutan Bareskrim jadi perhatia publik belakangan ini. Tak sedikit yang membela aksi Napoleon karena membela Islam.

Sedangkan kalangan lainnya, menyesalkan tindakan Napoleon yang main hakim sendiri, apalagi dia adalah aparat kepolisian. Pro kontra aksi Napoleon ini jadi hangat.

Nah muncul narasi lho, isu Napoleon ini melibatkan perang buzzer Istana dan buzzer Teuku Umar

HEBOH : Usai Sunda Empire, Kini Heboh Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang

“Siapapun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Alquran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” kata Napoleon dalam suratnya, dikutip Senin 20 September 2021.

Napoleon juga menilai konten yang disebarkan Muhammad Kece di media sosial sangat berbahaya bagi keberagaman bangsa Indonesia. “Perbuatan Kace dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” ucapnya.

Napoleon juga menyayangkan sampai saat ini pemerintah belum menghapus semua konten dia di media yang menurutnya “telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu.”

Meski begitu, Napoleon bersedia bertanggung jawab atas apa yang diperbuat terhadap Muhammad Kace di tahanan. “Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap Kace apapun risikonya,” tutup surat Napoleon. ( hops )

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->