Selain Gangguan Kabel Bawah Laut, Fenomena Ngeri Ini Juga Bisa Sebabkan Internet Mati Total

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

CORPSNEWS,JAKARTA – Pada Minggu (19/9) lalu, pengguna Telkomsel dan IndiHome tidak bisa mengakses jaringan internet karena adanya gangguan. Setelah ditelusuri, gangguan tersebut disebabkan adanya masalah yang terjadi pada kabel internet bawah laut Jawa, Sumatra, Kalimantan (Jasuka) ruas Batam-Kalimantan.

Hingga saat ini, Telkom sendiri belum mengetahui, apa yang menyebabkan gangguan pada kabel internet bawah laut itu, sehingga membuat jaringan internet mengalami gangguan.

Terlepas dari hal tersebut, ternyata gangguan internet bisa terjadi tidak hanya disebabkan oleh adanya masalah pada kabel bawah laut lho. Ada satu fenomena ngeri yang bisa berdampak pada jaringan internet di seluruh dunia. Fenomena tersebut berkaitan dengan astronomi, yakni badai Matahari.

BACA JUGA :

Lettu Kes Devi Damayanti Raih Siswa Terbaik

 

 

Sebuah penelitian mengungkap bahwa badai Matahari bisa menyebabkan Bumi offline selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Hal itu disampaikan oleh Sangeetha Abdu Jyothi, asisten profesor di University of California, Irvine.

Badai Matahari yang parah dapat membawa dunia ke dalam ‘kiamat internet’ yang membuat sebagian besar masyarakat offline selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan,” tulis Abdu Jyothi dalam makalah penelitiannya, dikutip dari Live Science, Sabtu 25 September 2021.

Abdu juga mengatakan bahwa hingga saat ini, infrastruktur Bumi belum siap untuk menghadapi badai Matahari skala besar. Namun demikian, badai Matahari yang ekstrem relatif jarang terjadi. Para ilmuwan memperkirakan kemungkinan cuaca luar angkasa ekstrem yang berdampak langsung ke Bumi antara 1,6 persen hingga 12 persen per dekade.

Dalam sejarah manusia baru-baru ini, hanya ada dua badai Matahari besar yang tercatat, yakni satu pada tahun 1859 dan yang lainnya pada tahun 1921. Insiden sebelumnya, yang dikenal sebagai Peristiwa Carrington, menciptakan gangguan geomagnetik yang begitu parah di Bumi sehingga kabel telegraf terbakar. Selain itu, aurora atau cahaya kutub yang biasanya terlihat di wilayah dekat kutub, jadi terlihat di sekitar garis khatulistiwa di Kolombia.

Intensitas badai Matahari yang lebih kecil juga pernah tercatat membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia, di mana pada bulan Maret 1989 membuat listrik di seluruh Provinsi Quebec di Kanada padam selama sembilan jam.

Internet terancam offline
Abdu Jyothi dalam makalahnya mengatakan, kini peradaban manusia menjadi jauh lebih bergantung pada internet. Namun, dampak potensial dari badai geomagnetik besar-besaran pada infrastruktur internet sebagian besar masih belum dipelajari.

Dalam makalah barunya, dia mencoba menunjukkan kerentanan terbesar infrastruktur internet dalam menghadapi badai Matahari, yakni kabel internet bawah laut yang menghubungkan antar benua.

Kabel ini dilengkapi dengan repeater untuk meningkatkan sinyal optik, dengan jarak sekitar 50 hingga 150 kilometer. Makalah tersebut menjelaskan, repeater ini rentan terhadap arus geomagnetik, dan seluruh kabel dapat menjadi tidak berguna jika satu repeater saja offline.

“Jika cukup banyak kabel bawah laut yang gagal di wilayah tertentu, maka seluruh benua dapat terputus satu sama lain,” tulis Abdu Jyothi.

“Terlebih lagi, negara-negara di garis lintang tinggi, seperti AS dan Inggris, jauh lebih rentan terhadap cuaca matahari daripada negara-negara di garis lintang yang lebih rendah. Jika terjadi badai geomagnetik yang dahsyat, negara-negara dengan garis lintang tinggi itulah yang kemungkinan besar akan terputus dari jaringan terlebih dahulu,” jelasnya.

BACA JUGA :

 

Buka Opsi TNI-Polri Plt Kepala Daerah 2024, PRIMA Kecam Wacana Mendagri

 

Sulit untuk memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur internet bawah laut yang rusak, tetapi Abdu Jyothi menunjukkan bahwa pemadaman internet skala besar yang berlangsung beberapa minggu atau bulan mungkin saja terjadi, dan menyebabkan kerugian yang sangat besar.

“Dampak ekonomi dari gangguan Internet selama sehari di AS diperkirakan lebih dari $7 miliar. Bagaimana jika jaringan tidak berfungsi selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan?” kata Jyothi.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Jyothi mengatakan agar operator jaringan mulai menaruh perhatian lebih terhadap ancaman badai Matahari yang ekstrem. “Meletakkan lebih banyak kabel internet bawah laut di garis lintang yang lebih rendah adalah awal yang baik,” saran Jyothi.

Jyothi menjelaskan, ketika badai Matahari besar berikutnya meledak, orang-orang di Bumi akan memiliki waktu sekitar 13 jam untuk mempersiapkan kedatangan dan dampaknya.

“Mari berharap kita siap untuk memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya ketika waktu itu pasti tiba,” pungkas Jyothi (hops )

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *