SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Ahli Pakar : Keinginaan Luhut Menjadikan  Aplikasi PeduliLindungi Alat Pembayaran Perlu Pembenahan, Apakah Itu

Ahli Pakar : Keinginaan Luhut Menjadikan Aplikasi PeduliLindungi Alat Pembayaran Perlu Pembenahan, Apakah Itu

BAGIKAN :

CORPSNEWS, JAKARTA. – Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ingin penggunaan Aplikasi PeduliLindungi ke semua kegiatan di masa pandemi, termasuk bisa dijadikan sebagai alat pembayaran digital melalui QRIS.

“Karya Kreatif Indonesia terbukti mampu membangun produk premium disertai sistem pembayaran digital melalui QRIS. Jadi sekarang sudah melebar. Nanti mungkin kita coba masukkan ke digital PeduliLindungi, platform yang macam mana saja bisa masuk,” kata Luhut beberapa waktu lalu.

Namun demikian, menurut para pakar, menjadikan Aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pembayaran perlu dilakukan beberapa pembenahan hal penting.

BACA JUGA:

Luhut Binsar Pandjaitan Mendatangi Mapolda Metro Jaya, Ada Apakah?

Pasalnya, beberapa waktu belakangan sejumlah data penting penduduk Indonesia berhasil diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk juga di Aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, menurut Yusuf, ada beberapa kelompok masyarakat yang belum memahami secara utuh terkait pembayaran non-tunai dan risiko yang ada di baliknya.

“Jadi, menurut saya memang risiko dan masalah keamanan data ini masih harus dibenahi terlebih dahulu,” ujar Yusuf dilansir laman Antara, Senin 27 September 2021.

Menjadikan Aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pembayaran, tambah Yusuf, memang berpotensi meraih keuntungan yang besar. Hal ini lantaran penggunaan metode pembayaran non-tunai bakal terus meningkat ke depannya.

“Potensinya cukup luas karena Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara ekonomi digital terbesar dalam beberapa tahun ke depan,” kata dia.

Jadi, penggunaan mata uang digital pembayaran non-cash akan semakin banyak diminati oleh masyarakat.

“Data terakhir menunjukkan nilai transaksi pembayaran non-cash itu mencapai sekitar Rp160 triliun pada 2020, sementara volume transaksinya mencapai Rp12 miliar. Jadi, memang kenaikannya itu cukup signifikan,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Buruh Tani di OKU Timur Pakai Senpi Mainan Untuk Ancam Korban

Seperti telah disebut, Luhut ingin bisa penggunaan Aplikasi PeduliLindungi jadi memiliki berbagai macam fungsi, termasuk sebagai alat pembayaran digital.

Dikatakan, pemanfaatan PeduliLindungi sebagai sistem pembayaran merupakan dukungan untuk meningkatkan inklusi keuangan digital guna memperluas pasar produk-produk lokal, seperti UMKM. Dengan begitu, pasar digital Indonesia akan lebih siap dan berdaya saing baik dari sisi hulu maupun hilir.

Luhut mengatakan Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa negara mampu menyelesaikan berbagai persoalan dengan inisiatif-inisiatif terkini.

“Kita tunjukkan ke dunia Indonesia berubah, bukan 10 atau 7 tahun yang lalu. Indonesia adalah Indonesia baru yang tangguh yang menatap hari esok lebih baik,” ujar Luhut.( antara )

 

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->