SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Soal Tudingan Lokataru dan Kontras Ada Bisnis di Jayapura, Ini Kata Luhut

Soal Tudingan Lokataru dan Kontras Ada Bisnis di Jayapura, Ini Kata Luhut

BAGIKAN :

CORPSNEWS, JAKARTA . – Sebuah video membahas hasil riset sejumlah organisasi termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI.

Disebutkan, bisnis tersebut di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah blok Wabu di Intan Jaya, Papua. Nama Luhut turut disebut dalam video tersebut.

Atas tudingan tersebut, Luhut pun melaporkan Direktur Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya pada Rabu (22/9) lalu  atas tudingan fitnah dan pencemaran nama baik.

BACA JUGA:

Ahli Pakar : Keinginaan Luhut Menjadikan Aplikasi PeduliLindungi Alat Pembayaran Perlu Pembenahan, Apakah Itu

Laporan polisi tersebut tertuang dengan nomor bukti laporan polisi STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021.

Laporan ini dibuat berdasar dari unggahan video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah di akun Youtube Haris Azhar. Video tersebut berisi wawancara bersama Fatia.

Usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin (27/9) atas laporannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan komentarnya.

Dia hanya diperiksa selama 1 jam oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

“Saya tidak ada sama sekali bisnis di Papua, sama sekali tidak ada. Apalagi itu dibilang pertambangan-pertambangan. Itu kan berarti jamak, saya tidak ada,” kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/9).

Namun Luhut tidak memerinci perihal detil pemeriksaan yang telah berlangsung. Barang bukti yang diberikan pihaknya kepada penyidik pun enggan disampaikan kepada media.

Dia hanya menyebut akan buka-bukaan terkait bukti-bukti tersebut di pengadilan nanti. Luhut pun mengaku siap dihukum jika dari proses hukum yang berjalan ini dia dinyatakan bersalah.

BACA JUGA:

Luhut Binsar Pandjaitan Mendatangi Mapolda Metro Jaya, Ada Apakah?

“Jadi saya juga tidak ingin anak cucu saya merasa bahwa saya sebagai orang tua, kakeknya membuat kecurangan di Papua yang saya tidak pernah lakukan. Jadi biarlah dibuktikan di pengadilan. Nanti kalau saya salah ya dihukum, nanti kalau yang melaporkan itu salah ya dia dihukum. Kita kan sama di mata hukum,” terang Luhut.

Luhut menyebut apa yang sudah dilakukan oleh keduanya bisa merugikan nama baiknya bahkan bisa memberi dampak kepada nama baik keluarganya.

“Sudah dua kali (somasi), dia tidak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum dan saya pidanakan dan perdatakan,” kata Luhut di Polda Metro Jaya, Rabu (22/9).

“Saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan,” beber Luhut. ( Tim )

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->