SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
Di Duga : Seorang Pria Membawa Aliran Sesat Di Solok Selatan ” Kepercayaan Baru Pelindung Kehidupan “

Di Duga : Seorang Pria Membawa Aliran Sesat Di Solok Selatan ” Kepercayaan Baru Pelindung Kehidupan “

BAGIKAN :
ILISTRASI
ILUSTRASI

CORPSNEWS,SOLOK SELATAN. – Pembawa aliran kepercayaan baru Pelindung Kehidupan di Solok Selatan, Sumatera Barat, diduga adalah pria yang berusia sekitar 50 tahun.

Pria tersebut merupakan warga asli Solok Selatan yang baru pulang merantau dari Lampung.

“Pembawanya adalah seorang pria berumur sekitar 50 tahun. Dia baru pulang merantau dari Lampung pada saat itu dan kemudian mengembangkan aliran tersebut,” kata Wakil Ketua Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Solok Selatan, M Fajrin yang dihubungi Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Fajrin menyebutkan, pria tersebut diduga mendapatkan aliran kepercayaan itu dari Lampung dan kemudian mengembangkannya di Solok Selatan.

Pria itu memiliki rumah di Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan.

BACA JUGA:

Polisi Akan Visum Anak Korban Pencabulan Kakek 71 Tahun di Kembangan

 

Hingga saat ini, menurut Fajrin, pihaknya masih mengawasi aliran kepercayaan itu, kendati pria tersebut dan pengikutnya sudah pindah dan tidak ditemukan lagi.

Sebelumnya diberitakan, aliran kepercayaan baru muncul di Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan nama Pelindung Kehidupan.

Aliran ini disebut-sebut membolehkan pengikutnya shalat sekali seumur hidup.

Selain itu, untuk bisa jadi pengikut Pelindung Kehidupan, harus membayar uang penebusan hak hingga Rp 5 juta.

Fajrin mengatakan, aliran kepercayaan ini terdeteksi pada Juni 2021.

Namun, saat didatangi, pengikut aliran kepercayaan itu sudah tidak ada di lokasi.

Dari keterangan warga setempat, menurut Fajrin, aktivitas pengikut aliran Pelindung Kehidupan itu sudah meresahkan.

“Mereka beraktivitas usai shalat isya dan meresahkan warga karena ajarannya dinilai sangat menyimpang,” kata Fajrin.

Selain itu, untuk masuk ke dalam aliran tersebut harus membayar uang Rp 2 juta hingga Rp 5 juta sebagai penebus hak.

“Dari keterangan warga, jika sudah membayar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta, maka pengikutnya sudah bersih dari penyakit dan dosa,” kata Fajrin.

Hanya saja, menurut Fajrin, pihaknya masih belum mendapatkan keterangan dari pihak terkait, karena mereka sudah berpindah tempat. ( Kompas )

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

!-- Composite Start -->