Gaji Honor Guru di Salah Satu SDN Tambang, Dipotong Kepala Sekolah Setiap Bulan

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

Corpsnews.co Riau, Kampar – Guru guru honor Komite di salah satu sekolah Dasar negeri (SDN) Desa tarai, Kecamatan Tambang, Provinsi Riau, mengeluh dengan sikap kepala sekolah SDN berinisial (Y), yang melakukan pemotongan gaji guru guru honor sebesar Rp 50.000 perbulan sejak bulan Juli,Agustus,September dan Oktober.

Menurut keterangan dari beberapa guru honor sekolah SDN Tambang menjelaskan bahwa,” Pemotongan gaji honor guru guru di sekolah SDN ini, bukan yang pertamakali, bahkan pada Desember 2020 gaji honor guru di angsur, pembayarannya sampai tiga kali, itupun karena kami sering sering tagih ke kepala sekolah, sehingga Kepala sekolah SDN (Y) membayar gaji honor guru guru dengan cara mengangsur, pertama kepala sekolah Y membayar Rp 500.000, pembayaran ke-dua Rp 300.000, dan pembayaran ke tiga Rp200.000.

Kemudian 14 Oktober 2021 terjadi lagi pemotongan, dimana dalam daftar gaji yang kami tandatangani perdua bulan sebesar Rp 2.100.000, namun gaji yang kami terima masing-masing sebesar Rp 2.000.000 (Dua juta rupiah).

BACA JUGA:

Banjir Genangi Jalan Penghubung Antar Desa Talau, Warga: Akibat Penutupan Aliran Hulu Sungai Di Areal PT Musimas

Pada tanggal 18 Oktober 2021 Tim Media mengkonfirmasi Kepala sekolah SDN Tambang berinisial Y di dampingi Guru Kelas yang sudah PNS berinisial D, disaksikan 1 guru honor, dan yang satu orang lagi Operator sekolah, di ruang guru. Tim Media Tanpa bertanya ke Kepala sekolah SDN (Y), kepala sekolah memberikan penjelasan .

Menurut Y Kepala sekolah SDN tambang mengatakan kepada Tim Media bahwa, “Saya tidak pernah memotong gaji Honor guru guru di sekolah ini, bahkan saya sudah menambah gaji honor guru guru di sini, untuk bulan Oktober 2021 ini saya tambah sebesar Rp 100.000. jadi di bulan Oktober ini guru guru honor, menerima honor sebesar Rp 1.650.000, berkat perjuangan saya kedinas, sebelumnya gaji mereka di sekolah Rp1.050.000 kemudian saya tambah tanpa berpikir panjang sebesar Rp 100.000, kemudian dari dana BOSDA/ gaji insentif Rp 500.000.

Perlu di ketahui bahwa, Kepsek SDN Y ini banyak memberikan informasi yang tidak sama dengan yang di keluhkan guru guru honor yang ada di sekolah SDN itu Kepada pewarta, pasalnya informasi yang di himpun awak media, sewaktu Kepsek yang lama, Bu alm Yumna gaji yang di terima guru guru honor di sekolah ini sebesar Rp 1.200.000 kemudian di ganti bu Kepsek baru Y, turun menjadi Rp 1.100.000 tidak lama kemudian turun lagi, menjadi 1.050.000 sampai September 2021 ini.

“Tidak hanya itu Y dengan bangganya menyampaikan ke pewarta Bahwa, dirinya sangat dekat hubungan komunikasinya dengan Kabid pak Admiral, karena Kabid adalah teman seperjuangannya, bahkan kata Y, saking dekatnya dengan Kabid ketenagaan, Kabid mengatakan kepada saya tinggal pilih, dimana kamu di tempatkan, itu saya Y, yang memindahkan saya dari SDN 023 ke SDN ini ya pak Kabid, tanpa memberikan apa apa ke pak Admiral, cuma kadang kadang saya datang kerumahnya bawa kerupuk, dan saya sering kerumah pak Kabid itu”, jelas Y.

Namun ketika Awak Media, mengkonfirmasi Pak Kabid Admiral terkait dengan hubungan kedekatan komunikasi Antara Bu Kepsek Y dengan pak Admiral, Kabid ketenagaan Admiral menanggapi Bahwa ,” Orang yang datang kerumah bukan ibuk itu aja pak banyak tamu yang lain dan kalau bapak mau bertamu juga di persilahkan saya tidak pernah membedakan tamu mau kerumah pak, klu masalah lain mungkin persepsi ibuk itu aja”,terang Kabid.

Apakah seorang Ibu Kepala sekolah yang jadi pemimpin, sudah benar benar menjalankan dan mengikuti tugas sesuai Poksinya, sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di pegawai negeri sipil di Republik Indonesia ini. Sehingga muncul persepsi yang meragukan. (D.Harahap/CCR)

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *