Tim Tabur Kejati DIY bersama Kejati Jabar dan Kejari Bandung Amankan Buronan Lilik Karnaen

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

CORPSNEWS,JAKARTA. – Tim Tabur Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Kota Bandung berhasil mengamankan buronan Lilik Karnaen bin Budi Darma , Selasa (19/10).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Simanjuntak mengatakan terpidana Lilik Karnaen diamankan di sebuah hotel di Kota Bandung karena ketika dipanggil oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) D.I. Yogyakarta, Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut.

Karena itu, yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan. Terpidadana dibawa ke Yogyakarta pada Selasa (19/10) dengan menggunakan pesawat untuk dilaksanakan eksekusi oleh Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri Bantul.

“Lilik Karnaen merupakan terpidana Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Gempa Bumi pada tahun 2006 di Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/10).

Terpidana merupakan buronan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) D.I. Yogyakarta. Mantan dosen STTNas Yogyakarta ini selaku Tim Koordinator Ahli Madya Tehknik Sipil Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Gempa Bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama terpidana Juni Junaidi.

Juni Junaidi perkaranya diajukan secara terpisah dan telah dieksekusi menjalani pidana penjara selama 4 tahun pada tahun 2013. Lilik bersama Junaidi pada Juni – Agustus 2007 bertempat di Balai Desa Dlingo Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul telah melakukan tindak pidana korupsi .

Keduanya melakukan pemotongan Dana Bantuan Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Gempa Bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang bersumber dari APBN,

Akibat perbuatan terpidana, kerugian keuangan negara sebesar Rp 911.250.000 (sembilan ratus sebelas juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 188 K/PID.SUS/2013 tanggal 10 Juli 2014, Terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “korupsi secara bersama-sama dan berlanjut”, dan oleh karenanya menjatuhkan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan pidana denda sebesar Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan jika denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. ( GemaNusantara )

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *