Guru-Guru Honor Salah Satu SDN Di Tambang, Keluhkan Dugaan Nepotisme Kepala Sekolah

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

Corpsnews.co, Riau/Kampar – Kepala sekolah Dasar Negeri (SDN) 031 Kecamatan Tambang, kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Y dan Suaminya menunjukkan emosionalnya dalam menanggapi pemberitaan Media Corpsnews.co. 18Oktober 2021.

Dimana dalam pemberitaan yang berjudul, “Kepala sekolah di salah satu SDN Tambang, potong gaji guru honor Rp 50.000 setiap bulan”, terungkapnya pemotongan gaji honor guru guru di SDN 31 Tambang tersebut, disebabkan adanya keluhan guru guru honor, yang di indikasikan kepala sekolah Y melakukan KKN terhadap anak kandungnya, yang baru saja di angkatnya jadi guru, berselang beberapa bulan langsung diangkat jadi guru kelas bulan Juli 2021 dengan gaji Rp 1.000.000 pada bulan Oktober2021 , yang sebelumnya Rp 600.000.

Sementara guru honor lulusan S1 yang sudah dua tahun dan tiga tahun diangkat jadi guru di SDN 31 Tambang, masih menerima gaji Rp 1.050.000 perbulan, padahal dengan kepala sekolah SDN 31 yang lama Almarhum Yumna, kami, guru guru honor sudah menerima Rp 1.200.000, perbulan. Dan setelah di gantikan kepala sekolah yang baru Y secara berangsur angsur menurun.

BACA JUGA:

Gaji Honor Guru di Salah Satu SDN Tambang, Dipotong Kepala Sekolah Setiap Bulan

Dari keluhan guru guru honor SDN 031 Tambang, 18 Oktober 2021 Tim Media, mengkonfirmasi kepala sekolah SDN 31 Tambang Y di ruang perpustakaan yang di dampingi Ibu Hajjah Desnita PNS dan Bu Guru Riska guru honor, kepsek menjelaskan bahwa,” Namanya anak tetap saya perjuangkan, saya bekerja untuk kehidupan dan anak, jadi yang bapak sampaikan ke pak Kabid Admiral itu, saya tidak pernah melakukan pemotongan gaji honor guru sepeserpun, bahkan saya menambah gaji guru guru honor Rp 100.000 untuk bulan Oktober 2021 ini, yang sebelumnya Rp 1.050.000 dan sekarang guru guru di sekolah ini sudah menerima gaji sebesar Rp 1.650.000 perbulan, termasuk gaji insentif dari BOSDA”, Terang Kepsek.

Menurut beberapa guru honor menjelaskan pada awak Media,”Pada saat guru guru honor SDN 31 melihat ampra gaji dengan naiknya gaji honor Anak Kepsek, dari Rp 600.000 menjadi Rp 1.000.000 14/10/2021 guru guru honor sempat menolak untuk menandatangani tanda terima gaji tersebut, karena melihat perbedaan honor guru lama yang hanya Rp 1.050.000, kemudian guru guru pertanyakan gaji kami tidak naik Bu? “, Terang guru guru.

Dari pertanyaan guru guru tersebut, Kepala sekolah SDN 31 Y, menanggapi dengan emosi, sampai sampai adu mulut dengan guru guru honor.

Dari hasil penelusuran Tim Media, “guru guru honor mengakui bahwa gaji yang mereka terima, tidak Sesuai dengan ampra gaji yang di tandatangani dengan isi amplop yang di terima di saksikan guru guru, namun kekurangan itu menurut guru lain kepala sekolah mungkin salah hitung”,ucap guru.

Selanjutnya guru guru mengeluhkan kepada Awak media,”Pada bulan Desember 2020 yang lalu, gaji kami di angsur sampai 3 bulan, bayar pertama kami di bayar Rp 500.000, angsuran ke-dua di bayar Rp 300.000, dan angsuran ke-tiga di bayar 200.000 totalnya menjadi Rp1.000.000 sedangkan gaji kami Rp 1.050.000″,terang guru guru.

Perlu di ketahui, Kepsek SDN 31 Y didampingi Bu (Hajjah Desnita) ada menyampaikan kepada awak Media, bahwa guru guru mendapat Fee dari penjualan Buku LKS, dan Buku tema, sementara dalam peraturan pemerintah nomor 17 Tahun 2010 pasal 181 huruf a. jelas jelas melarang jual Buku LKS, kemudian Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Pasal 12 Huruf a. Yang melarang jual Buku LKS, tidak hanya itu Kepala Dinas pendidikan kabupaten Kampar membuat Surat edaran yang di tujukan kepada Kepala sekolah SD dan SMP Atas larangan jual beli Buku LKS di sekolah, Nomor 420/Dikpora-Seksi 7539 yang di keluarkan di Bangkinang tgl 9/8/2021. Larangan itu tentunya mendapatkan sanksi administrasi.

Apakah pihak Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Kampar sudah melakukan tindakan tegas, kepada guru kepala sekolah yang memperjualbelikan buku LKS di wilayah Kampar,

Apakah Surat edaran larangan jual beli LKS yang di keluarkan Dinas pendidikan kabupaten Kampar, hanya sekedar buat pajangan saja. (D.Harahap/CCR)

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *