Keluhan Guru Guru Honor SDN 31 Tambang, Tidak di Respon Pihak Dinas Pendidikan Kampar?

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

Corpsnews.co, Riau/Kampar – Kepala sekolah Dasar Negeri (SDN) 031 Tambang berinisial Yul, beralamat di Kecamatan Tambang, kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menunjukkan sikap arogan kepada awak Media, dalam hal menanggapi pemberitaan Media Corpsnews.co. Senin 18 Oktober 2021, diduga akibat dikangkangi Pihak Dinas pendidikan Kabupaten Kampar.

Dimana dalam pemberitaan Media corpsnews.co yang berjudul, “Kepala sekolah di salah satu SDN Tambang, potong gaji guru honor setiap bulan”, karena menurut Yul Kepala sekolah dasar negeri 031 tambang, merasa tidak pernah memotong gaji honor guru guru di SDN 031 Tambang.

Namun menurut guru guru honor di SDN 31 tambang, sangat berbeda dengan fakta, kami mengeluh dengan sikap kepala sekolah yang memperlakukan bawahan dengan semena semena, pasalnya kepala sekolah sempat adu mulut dengan guru guru honor, disebabkan guru guru honor yang sudah mengabdi 2 sampai 3 tahun di sekolah 31, mempertanyakan apakah naik gaji honor guru guru, pertanyaan itu memunculkan adu mulut antara kepala sekolah dengan guru guru honor.

BACA JUGA:

Gaji Honor Guru di Salah Satu SDN Tambang, Dipotong Kepala Sekolah Setiap Bulan

Sementara pertanyaan naik gaji itu muncul, karena ada indikasi Nepotisme, Nepotisme Kepsek itu terungkap pada saat guru guru honor melihat ampra Gaji honor anak kandung kepala sekolah pada saat mau gajian, gaji anaknya di naikkan dari Rp 600.000 menjadi Rp 1.000.000, sementara guru guru honor lain masih tetap Rp 1.050.000 perbulan.

Dengan penambahan gaji anak kepala sekolah SDN 31 dari Rp 600.000 menjadi Rp 1.000.000, guru guru honor yang lama tidak mau menandatangani ampra gaji sehingga terjadi adu mulut antara Kepsek dengan guru guru honor, kemudian besoknya Kepsek menyerahkan gaji honor guru Sesuai di ampra Daftar gaji, masing- masing uang gaji honor di masukkan ke dalam Amplop, pada saat amplop di buku salah satu guru honor, uang tersebut hanya ada Rp 2.000.000 di saksikan oleh guru guru lain, dalam ampra gaji perdua bulan di tulis Rp 2.100.000. jadi kurang Rp 100.000.

Menurut pengakuan guru guru honor SDN 31 tambang, Permasalahan yang seperti ini bukan yang pertama kali, pada Desember 2020, gaji honor kami sempat di angsur sampai tiga kali, bayar pertama di kasih Rp 500.000, bayar kedua di kasih Rp 300.000 bayar ketiga Rp 200.000 jumlahnya menjadi Rp 1.000.000 sementara gaji kami Rp 1.050.000.

Nepotisme Yul Kepala sekolah SDN 31 tidak hanya masalah penambahan gaji honor, posisi anaknya yang baru diangkat jadi guru di sekolah itu, tamatannya hanya lulusan SMA, sudah dijadikannya menjadi guru kelas, sementara guru guru honor lain yang lulusan S1 yang sudah lama mengajar di sekolah SDN 31 belum mendapatkan posisi jadi guru kelas.

Berbeda dengan kepala sekolah SDN 31 di masa almarhumah Bu Yumna, setahun yang lalu kami, guru guru honor sudah menerima Rp 1.200.000, perbulan. Dan setelah kepsek di gantikan Bu Yul, gaji honor kami di turunkan menjadi Rp 1.100.000 tapi hanya sekali, kemudian di turunkan lagi menjadi Rp 1.050.000 sampai September 2021 ini.
Apakah itu tidak di potong namanya ? tanya guru kepada awak Media.

Perlu di ketahui bahwa, Yul Kepsek SDN 31 tambang didampingi Bu (Hajjah Desnita) mengakui guru guru SDN 31 tambang, ada mendapat Fee, dari penjualan Buku LKS dan Buku tema,

Menurut pengakuan Hajjah Desnita uang Fee LKS dan Buku Tema tidak masalah, sebab uang itu pemberian dari agen buku, karena kami sudah membantu mereka, membeli bukunya mereka, kan tidak salah kami terima”, Terang Hj Desnita kepada media Senin 18/10/2021.

BACA JUGA:

Guru-Guru Honor Salah Satu SDN Di Tambang, Keluhkan Dugaan Nepotisme Kepala Sekolah

Sementara dalam peraturan pemerintah nomor 17 Tahun 2010 pasal 181 huruf a. jelas jelas melarang jual buku LKS, kemudian Permendikbud nomor 75 tahun 2016 Pasal 12 Huruf a. melarang jual Buku LKS, tidak hanya itu Kepala Dinas pendidikan kabupaten Kampar, sudah membuat Surat edaran yang di tujukan kepada seluruh Kepala sekolah SD dan SMP, Atas larangan jual beli Buku LKS di sekolah, Nomor 420/Dikpora-Seksi/ 7539 yang di keluarkan di Bangkinang tgl 9/8/2021. Larangan itu tentunya mendapatkan sanksi administrasi dari pemerintah. Permendikbud nomor 8 Tahun 2016 tentang buku. Buku yang boleh masuk ke sekolah adalah Buku yang sudah lolos di Kemendikbud dengan syarat mencantumkan biodata penulis. Dan semua latihan-latihan Siswa harus di buat guru itu sendiri.

Apakah pihak Dinas pendidikan dan kebudayaan, kabupaten Kampar sudah melakukan tindakan tegas, kepada guru kepala sekolah yang melanggar larangan jual beli buku LKS di wilayah Kampar Sesuai ketentuan yang berlaku?

Apakah Surat edaran larangan jual beli LKS yang di keluarkan kepala Dinas pendidikan kabupaten Kampar, tidak Perlu di terapkan atau hanya di jadikan sekedar buat pajangan.(D.Harahap/CCR)

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *