Tiga Malam Berturut-turut, Kontingen Pesparawi Kabupaten Asmat Selalu Dapat Gangguan

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

Kontingen Pesparawi Kabupaten Asmat

CORPSNEWS, TIMIKA – Semenjak malam pertama di Penginapan SMA N 4 Plus KPG Timika, Kabupaten Mimika, Papua, hingga malam tadi Kontingen Pesparawi Kabupaten Asmat selalu dapat gangguan.

Hal tersebut disampaikan oleh pendamping Kontingen Pesparawi Kabupaten Asmat, Pdt. Elias Raudias Soumete saat ditemui awak media ini, Kamis (28/10/2021).

Pdt. Elias mengatakan kejadian yang dialami oleh pihaknya selama tiga malam ini, disatu sisi sangat menggangu kenyamanan dan konsentrasi mereka dalam mempersiapkan diri untuk tampil pada Pentas nanti. Sehingga ia sangat mengharapkan adanya kebijakan dari Panitia Besar Pelaksana Pesparawi XIII se-Tanah Papua tahun 2021 Timika agar menugaskan aparat keamanan setempat untuk menjaga dan mengawasi kemanan di sekitar penginapan Kontingen Pesparawi Kabupaten Asmat selama mengikuti kegiatan Pesparawi ini.

“Kalau setiap malam selalu ada gangguan seperti ini, tentu anak-anak saya ini tidak bisa istirahat dengan aman dan tenang. Maka konsentrasi mereka untuk tampil nanti pun pasti akan terganggu,” ungkap Pelatih Kontingen Pesparawi dari Kabupaten Asmat tersebut.

Ia juga membeberkan kronologis masalah gangguan tersebut, awalnya dialami oleh Peserta perempuan yang ditempatkan di Wisma B bagian belakang, namun karena adanya gangguan itu, sehingga pihaknya harus memindahkan peserta perempuan ke Wisma A di bagian depan. Sedangkan peserta Pria di pindahkan ke Wisma B di bagian Belakang.

BACA JUGA:

Kontingen Pesparawi Asmat Tiba di Timika Langsung Disambut Panitia di Bandara Internasional Moses Kilangin Mimika

Alasan dipindahnya peserta perempuan ke bagian depan tersebut, kata Pdt. Elias karena melihat kondisi fasilitas kamar mandi dan WC di Wisma B yang letaknya berada di bagian paling belakang dan persis bersebelahan dengan hutan dan semak belukar. Sehingga sangat tidak nyaman untuk perempuan terutama untuk urusan sekedar buang hajat di malam hari.

Namun demikian tambahnya, setelah dipindahkannya peserta pria ke Wisma B, tetap masih saja alami gangguan di malam kedua.

Berdasarkan kesaksian salah seorang peserta pria di kamar yang sempat alami gangguan itu, bahwa hal tersebut terjadi saat anggota ruangan sementara tidur, lalu pintu kamarnya diketuk berkali-kali namun tidak kelihatan orangnya saat mereka keluar.
Peristiwa serupa persis dialami oleh peserta perempuan di malam sebelumnya.

BACA JUGA:

Pemda Asmat Resmi Melepas Kontingen Pesparawi XIII Kabupaten Asmat Menuju Timika

Kemudian malam tadi, sekitar pukul 23:00 WIT, terjadi lagi suatu kejadian di Wisma A yang saat ini sudah ditempati oleh peserta perempuan. Kejadian itu dialami oleh Pdt. Elias sendiri saat dirinya hendak ke WC. Ia menceritakan, mendengar ada suara bunyi pintu salah satu kamar WC seperti ada orang yang sementara membukanya kemudian sambil melangkah di sekitar lorong WC tersebut. Langkah kaki yang mencurigakan itu membuat dia semakin kuat menduga bahwa ada seseorang di sekitar WC itu. Sementara penghuni Wisma tersebut semuanya sudah di Kamar dan sebagian besar sudah tidur.

Atas peristiwa itu, dirinya menghubungi peserta pria di Wisma belakang untuk datang dan memeriksa keadaan di sekitar kejadian.
Sambil menunggu pergerakan peserta laki-laki dari Wisma B, Pdt. Elias tetap berdiri di sekitar lorong menuju WC tersebut untuk memastikan siapa yang ada di belakang itu.
Hingga kedatangan para pria yang dihubunginya itu, tetap tidak ada orang yang keluar dari WC dan kamar mandi tersebut.
Setelah diperiksa, tidak kelihatan seorang pun.

“Kejadian ini memang dirasakan aneh tapi nyata,” kata Pdt. Elias. ***(Jefry)

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *