Melalui Program PIJAR, UNICEF dan WVI Bangun Sinergitas Dukung Pemkab Asmat Menuju Kabupaten Layak Anak

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

Pemaparan Program Siap belajar Kembali

CORPSNEWS, ASMAT – Pemerintah Provinsi Papua melalui dukungan UNICEF dan Yayasan Wahana Visi Idonesia (WVI) Area Asmat melalui program siaP KembalI BelaJAR (PIJAR) tahun program 2021/2022 mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat dengan bersinergi membangun Asmat menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).

Pemaparan program tersebut dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bappeda Kabupaten Asmat, Rabu (24/11/2021) yang dihadiri oleh Bupati Asmat yang diwakili oleh Plh. Sekda Asmat Pieter Dallung, Kepala Kantor UNICEF wilayah Papua-Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Asmat, Donatus Tamot, Direktur RSUD Agats, dr. Yenny Yokung Yong, Project Manager Wahana Visi Idonesia, Hotmianida Panjaitan, Act. Area Project Manager WVI Asmat, Elisabeth Bukorpioper, utusan setiap SKPD Asmat serta stakeholder dan mitra lainnya.

Kepala Kantor UNICEF wilayah Papua-Papua Barat Aminuddin Mohammad Ramdan pada kesempatan tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Asmat merupakan salah satu Kabupaten prioritas yang sebenarnya telah dicanangkan dalam KLB beberapa waktu lalu dimana jelasnya telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk memfokuskan peningkatan pada layanan kesehatan di Kabupaten Asmat. Sehingga dirinya berharap adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat dan pihaknya untuk mendukung terlaksananya program tersebut terlebih dalam upaya bersama menjadikan Asmat sebagai Kabupaten Layak Anak sebagaimana yang pernah dicanangkan oleh Menteri sebelumnya pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.

“Kami semenjak terjadi KLB beberapa waktu yang lalu itu kami dari UNICEF sebenarnya sudah mendapat dukungan dari kementerian Pemerintahan RI untuk bisa memfokuskan peningkatan layanan kesehatan terutama di Kabupaten Asmat. Namun kami sendiri merasa bahwa hal itu sebenarnya tidak cukup, jadi salah satu tujuan utama kami adalah menjadikan Kabupaten Asmat sebagai salah satu Kabupaten fokus kami dalam pemenuhan hak-hak anak,” tandas Ramdan.

Selain itu, ia juga berharap adanya kerjasama yang baik lintas sektoral baik dari pemerintah maupun semua mitra/stakeholder sehingga semua indikator yang menjadikan Kabupaten Layak Anak tersebut dapat tercapai. Indikator-indikator tersebut diantaranya dibidang Pendidikan, Kesehatan, Sanitasi dan Air Bersih serta Perlindungan Anak.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Project Manager Wahana Visi Idonesia, Hotmianida Panjaitan menambahkan, WVI yang bergerak dibawah naungan UNICEF dan Pemerintah Jepang dalam menyikapi dukungan untuk menjadikan Asmat sebagai Kabupaten Layak Anak telah memprogramkan PIJAR sebagai salah model pendekatan untuk memitigasi dampak dari pandemi Covid-19 terhadap pendidikan dan perlindungan anak di Asmat.

“Program siaP KembalI BelaJAR atau PIJAR itu telah resmi diluncurkan pada hari Rabu 3 November 2021 yang lalu bersamaan dengan program serupa di Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Nabire di Provinsi Papua,” Katanya dalam presentasi.

Kemudian, program lintas sektor yang menyasar empat aspek utama yakni Pendidikan, Kesehatan, Perlindungan Anak serta Air Bersih dan Sanitasi, Hotmianida mejelaskan pendekatan pada sektor Pendidikan dilakukan melalui penguatan literasi dan penanganan anak tidak sekolah. Sedangkan di sektor Kesehatan dilakukan dengan memastikan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Dan sektor Perlindungan Anak dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan kapasitas dalam dukungan terhadap kesehatan mental dan psikososial siswa serta penguatan rujukan dan layanan secara terintegrasi. Sementara sektor Sanitasi dan Air Bersih, paparnya akan distimulus melalui edukasi dan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penyediaan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir yang terfokus dilingkungan Sekolah-Sekolah tempat intervensi program.

Di Asmat sendiri untuk sementara terdapat 10 lembaga pendidikan (Sekolah) yang menjadi locus project WVI di antaranya; SD Persiapan Negeri Mbait, SD Negeri Mbait, SD Persiapan Negeri Cemenes, SD YPPGI Ayam, SD YPPK St. Martinus De Pores Ayam, SD YPPK St. Don Bosco Ewer, SD Inpres Beriten, SD Inpres Per, SD YPPK St. Antonius De Padua dan SD YPPK St. Fransiskus Xaverius Warse.

Program PIJAR tersebut oleh Hotmianida akan berlangsung selama 6 bulan terhitung sejak Oktober hingga Bulan Maret 2022 mendatang.

Sebelumnya, Bupati Asmat dalam hal ini diwakili oleh Plh. Sekda, Pieter Dallung, ketika membacakan sambutannya mengatakan bahwa pihaknya sebagai pemerintah selalu terbuka terhadap semua stakeholder yang ingin bersenergi untuk membangun Kabupaten Asmat terutama dalam mendukung upaya menjadikan Asmat sebagai Kabupaten Layak Anak.
Namun demikian ia membeberkan beberapa point penting diantaranya penguatan hubungan relasional antar mitra dan stakeholder dalam pengimplementasian program tersebut.

“Koordinasi diantara para stakeholder perlindungan hak-hak anak yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan sangat diharapkan untuk penguatan koordinasi. Sehingga diharapkan terus ditingkatkan dan secara terus-menerus dan berkelanjutan,” papar Pieter.

Kemudian harapnya, kepada semua pihak terutama SKPD atau OPD Kabupaten agar dapat mendukung dan siap mewujudkan Kabupaten Asmat menjadi Kabupaten Layak Anak.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami sangat berharap kerjasama dan dukungan dari seluruh SKPD atau organisasi perangkat daerah agar dapat mewujudkan Kabupaten Asmat menjadi Kabupaten Layak Anak,” tutup Plh. Sekda Asmat, Pieter Dallung. ***(Jefry)

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *