Dituding Gubernur Ekstrim Tidak Menghargai Minoritas, Anies: Saya Tidak Membantah

SELAMAT DATANG DI CORPS NEWS 
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
BAGIKAN :

CORPSNEWS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab tudingan dia adalah gubernur ekstrim oleh sejumlah pihak. Anies santai saja merespons tudingan itu, Anies tidak membantah soal tudingan tersebut, sebab kan buktinya sudah jelas banget.

Bukan tanpa sebab Anies nggak membantah tudingan itu. Mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan silakan tunjukkan bukti selama 4 tahun ini dia ekstrim.

Anies Gubernur Ekstrim

Anies meladeni santai tudingan sejumlah pihak dia adalah gubernur ekstrim yang ditanyakan oleh Deddy Corbuzier. Anies Baswedan mengatakan bukan tugas dia membuktikan dia bukan seorang gubernur ekstrimis. Justru sebaliknya, yang menudingnya itu yang punya kewajiban membuktikan dia ekstrimis atau tidak.

Anies Baswedan dan Kiky Saputri
Anies Baswedan dan Kiky Saputri. Foto: Twitter @aniesbaswedan

“Kalau saya dianggap Gubernur ekstrim, tidak menghormati agama lain dan tidak menghargai minoritas dulu saya tidak bisa menjawab, karena jika saya jawab (4 tahun lalu saat masih jadi cagub) tidak ada buktinya. Sekarang setelah 4 tahun, saya tidak membantah saya akan membuktikannya saja dimana bukti tudingan itu. Kalau tidak ada, batalin dong itu tuduhannya,” ujarnya dalam podcast di YouTube Deddy Corbuzier, dikutip Selasa 30 November 2021.

Anies menjelaskan ekstrimisme ada dalam banyak urusan, dan salah satu cara menghadapi ekstrimisme adalah kemampuan berpikir kritis. maka seseorang punya benteng menghadapi ekstrimisme apapun.

“Ini sebagai pembenteng dalam menghadapi ekstrimisme dan menolaknya, karena dalam semua urusan kita akan berpotensi bertemu dengan pandangan yang ekstrim ini,” tambahnya.

Saya Sudah Pernah Jawab Sebelumnya

Sebelumnya dua bulan lalu, Anies blak-blakan selama hampir 4 tahun ini dia sengaja menolak wawancara media internasional. Anies punya alasan, salah satunya supaya tidak ada isu gubernur radikal di mata internasional, sebab mantan Menteri Pendidikan itu tahu isu internasional yang laku saat ini adalah soal radikalisme dan seputarnya.

“Jadi media internasional tidak tahu ide detail, tahunya isu global yang mana sekarang kan ekstrimisme, radikalisme dan konflik antaragama,” jelas Anies dalam sesi dialof dengan PAN di YouTube PAN TV dikutip Kamis 7 Oktober 2021.

Anies sudah tahu jika dia melayani wawancara media internasional selama 4 tahun ke belakang, maka isu dan framing yang akan muncul soal ketiga isu tersebut lho. Pasti isu Jakarta akan diarahkan soal radikalisme.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: YouTube
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: YouTube

“Makanya saya tidak mau jawab tudingan soal gubernur radikal, gubernur ekstrim. Kenapa? karena cukup dijawab dengan perjalanan waktu saja,” katanya.

Kemudian Anies minta saja semua orang mengecek, selama hampir 4 tahun memimpin Jakarta, apakah ada kebijakan yang diskriminatif, radikal atau tak mengayomi semua warga Jakarta.

“Kalau tidak ada, maka batalkan semua tudingan itu. Justru kami menjangkau untuk semuanya. Di Jakarta ada yang namanya BOTI,” jelas Anies.

BOTI merupakan program Biaya Operasional Tempat Ibadah. Program ini memberikan bantuan kepada rumah ibadah dan pengelola rumah ibadah di DKI Jakarta, yang mana jumlah nominal bantuannya sama merata semuanya.(hops)

BAGIKAN :
!-- Composite Start -->

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *